Langkau ke kandungan utama

Saidina Ali Dan Pendeta Yahudi


                                   Assalamualaikum W.B.T Dan Salam Sejahtera....

Hari ini seperti hari-hari yang lain..hehehe...korang paham ke apa yang aku maksudkan???xpaham???...aq pun xpaham....huhai...Hari niE nak Tulis pasal....emmm???...tengok Sendiri kat bawah niE....


Saidina Ali Dan Pendeta Yahudi

Dikala Umar bin Khattab memangku jabatan sebagai Amirul Mukminin, pernah datang kepadanya beberapa orang pendeta Yahudi. Mereka berkata kepada Khalifah, "Hai Khalifah Umar, Anda adalah pemegang kekuasaan sesudah Muhammad dan sahabatnya, Abu Bakar. Kami hendak menanyakan beberapa masalah penting kepada Anda. Jika Anda dapat memberi jawaban kepada kami, barulah kami mau mengerti bahwa Islam merupakan agama yang benar dan Muhammad benar-benar seorang Nabi. Sebaliknya, jika anda tidak dapat memberi jawaban, berarti bahwa agama Islam itu bathil dan Muhammad bukan seorang Nabi."

"Silahkan bertanya tentang apa saja yang kalian inginkan," sahut Khalifah Umar.

Jelaskan kepada kami tentang induk kunci (gembok) mengancing langit, apakah itu?" Tanya pendeta-pendeta itu, memulai pertanyaan-pertanyaannya. "Terangkan kepada kami tentang adanya sebuah kuburan yang berjalan bersama penghuninya, apakah itu? Tunjukkan kepada kami tentang suatu makhluk yang dapat memberi peringatan kepada bangsanya, tetapi ia bukan manusia dan bukan jin! Terangkan kepada kami tentang lima jenis makhluk yang dapat berjalan di permukaan bumi, tetapi makhluk-makhluk itu tidak dilahirkan dari kandungan ibu atau induknya! Beritahukan kepada kami apa yang dikatakan oleh burung puyuh (gemak) disaat ia sedang berkicau! Apakah yang dikatakan oleh ayam jantan dikala ia sedang berkokok! Apakah yang dikatakan oleh kuda disaat ia sedang meringkik? Apakah yang dikatakan oleh katak di waktu ia sedang bersuara? Apakah yang dikatakan oleh keledai disaat ia sedang meringkik? Apakah yang dikatakan oleh burung pipit pada waktu ia sedang berkicau?"

Khalifah Umar menundukkan kepala untuk berpikir sejenak, kemudian berkata, "Bagi Umar, jika ia menjawab 'tidak tahu' atas pertanyaan-pertanyaan yang memang tidak diketahui jawabannya, itu bukan suatu hal yang memalukan!"

Mendengar jawaban Khalifah Umar seperti itu, pendeta-pendeta Yahudi yang bertanya berdiri melonjak-lonjak kegirangan, sambil berkata, "Sekarang kami bersaksi bahwa Muhammad memang bukan seorang Nabi, dan agama Islam itu adalah bathil!"

Salman Al-Farisi yang saat itu hadir, segera bangkit dan berkata kepada pendeta-pendeta Yahudi itu: "Kalian tunggu sebentar!"

Ia cepat-cepat pergi ke rumah Ali bin Abi Thalib. Setelah bertemu, Salman berkata: "Ya Abal Hasan, selamatkanlah agama Islam!"

Ali bingung, lalu bertanya: "Mengapa?"

Salman kemudian menceritakan apa yang sedang dihadapi oleh Khalifah Umar bin Khattab. Imam Ali segera saja berangkat menuju ke rumah Khalifah Umar, berjalan lenggang memakai burdah (selembar kain penutup punggung atau leher) peninggalan Rasulullah SAW. Ketika Umar melihat Ali bin Abi Thalib datang, ia bangun dari tempat duduk lalu buru-buru memeluknya, sambil berkata: "Ya Abal Hasan, tiap ada kesulitan besar, engkau selalu kupanggil!"

Setelah berhadap-hadapan dengan para pendeta yang sedang menunggu-nunggu jawaban itu, Ali bin Abi Thalib berkata, "Silahkan kalian bertanya tentang apa saja yang kalian inginkan. Rasulullah SAW sudah mengajarku seribu macam ilmu, dan tiap jenis dari ilmu-ilmu itu mempunyai seribu macam cabang ilmu!"

Pendeta-pendeta Yahudi itu lalu mengulangi pertanyaan-pertanyaan mereka. Sebelum menjawab, Ali bin Abi Thalib berkata, "Aku ingin mengajukan suatu syarat kepada kalian, yaitu jika ternyata aku nanti sudah menjawab pertanyaan-pertanyaan kalian sesuai dengan yang ada di dalam Taurat, kalian supaya bersedia memeluk agama kami dan beriman!"

"Ya baik!" jawab mereka.

"Sekarang tanyakanlah satu demi satu," kata Ali.

Mereka mulai bertanya, "Apakah induk kunci (gembok) yang mengancing pintu-pintu langit?"

"Induk kunci itu," jawab Ali bin Abi Thalib, "ialah syirik kepada Allah. Sebab semua hamba Allah, baik laki-laki ataupun wanita, jika ia bersyirik kepada Allah, amalnya tidak akan dapat naik sampai kehadirat Allah!"

Para pendeta Yahudi bertanya lagi, "Anak kunci apakah yang dapat membuka pintu-pintu langit?"

Ali menjawab, "Anak kunci itu ialah kesaksian (syahadat) bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah!"

Para pendeta Yahudi itu saling pandang di antara mereka, sambil berkata, "Orang itu benar juga!" Mereka bertanya lebih lanjut, "Terangkanlah kepada kami tentang adanya sebuah kuburan yang dapat berjalan bersama penghuninya!"

"Kuburan itu ialah ikan hiu (hut) yang menelan Nabi Yunus putera Matta," jawab Ali. "Nabi Yunus AS dibawa keliling ketujuh samudera!"

Pendeta-pendeta itu meneruskan pertanyaannya lagi, "Jelaskan kepada kami tentang makhluk yang dapat memberi peringatan kepada bangsanya, tetapi makhluk itu bukan manusia dan bukan jin!"

Ali lalu menjawab, "Makhluk itu ialah semut Nabi Sulaiman AS putera Nabi Dawud AS, Semut itu berkata kepada kaumnya, 'Hai para semut, masuklah ke dalam tempat kediaman kalian, agar tidak diinjak-injak oleh Sulaiman dan pasukan-nya dalam keadaan mereka tidak sadar!"

Para pendeta Yahudi itu meneruskan pertanyaannya, "Beritahukan kepada kami tentang lima jenis makhluk yang berjalan diatas permukaan bumi, tetapi tidak satu pun diantara makhluk-makhluk itu yang dilahirkan dari kandungan ibunya atau induknya!"

Ali menjawab, "Lima makhluk itu ialah, pertama, Adam. Kedua, Hawa. Ketiga, Unta Nabi Shaleh. Keempat, Domba Nabi Ibrahim. Kelima, Tongkat Nabi Musa (yang menjelma menjadi seekor ular)."

Setelah mendengar jawaban-jawaban serta penjelasan yang diberikan oleh Ali ra, dua di antara tiga orang pendeta Yahudi itu lalu mengatakan, "Kami bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah!

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

koleksi VIDEO

Hari ni mau kongsi dikit bidio urang belagu ...Nie Koleksi Bidio di YOU TUBE yang aku minat... BAH...teruskan menonton...  nie la dulu aku listkan...len kali lagi yee....telampau bnyak bh lagu yang kn ku massukkan ni...takut lambat t loading nya..okey...okey....

SEJARAH TING.4

BAB 5 KERAJAAN ISLAM DI MADINAH KONSEP PERANG DALAM ISLAM. 1. Antara siri perang Islam di Madinah ialah Perang Badar, Uhud, Khandak dan Tabuk. 2. Allah memberi izin perang setelah diserang Quraisy. 3. Prinsip perang dalam Islam ialah berperang apabila diserang musuh, mencari keamanan agar tempat ibadat terjaga, menentang kezaliman dan mempertahankan diri. 4. Sekira musuh Islam inginkan pendamaian, maka umat Islam perlu memilih pendamaian. 5. Perang antara orang Islam dengan Quraisy Makkah tidak memaksa musuh memeluk Islam, penerimaan agama Islam adalah secara suka rela. 6. Dalam Perang Badar, walaupun Islam menang, tawanan wanita dan kanak – kanak dibebaskan, tawanan lelaki dibebaskan jika berjaya mengajar 10 orang kanak – kanak Islam sehingga pandai. 7. Tentera Islam yang berperang dilarang membunuh sesuka hati termasuk memusnahkan tumbuhan. 8. Kesannya lebih ramai memeluk Islam selepas Perang Badar.  PERJANJIAN HUDAIBIAH. a) Latar belakang berlakunya Perjanjian H...

Hari yang Tragis

hanya sekadar hiasan     Assalamualaikum w.b.t ...         Lama sudah tak update status kat blog ne..huhu.. maklumlah sibuk benar dari masuk form 6 ne sampai la sekarang .. masa tu ada tp tak terfikir mau update blog ne. Hari ni baru terfikir nak menaip ne... Malm ne suhu sejuk sgt, maklumlah hujan turun kan.. badan pun rasa xselesa ja sb demam melanda diri tak taula sebab apa.. mungkin sebab terkejut kah,, terdedah kpada hujan kah atau skrg memang musim demam so bakteria pun banyak tersebar melalui udara ,air dan angin..uiseh mcm ayat saintis pada abad ke 18 pula .. ahahaa Sebenarnya aku menaip ne bukan apa cuma mau meluahkan cerita yang baru ku pendam ..haha..bukan kisah cinta atau rumah tangga ya .. ini kisah angin kencang yang melanda Fun fair di Papar.        Begini cerita nya, pada suatu malam yang masih terang (7.00 pm) aku dan kawan2 ku pergilah ke fun fair nak tengok2 game yg disediakan .sesampai disana ...